google-site-verification=BmoRrfgrm78d67lLrJFzT-x-PUwK9y-5TI9jvRHifO8 IBX5B7AA6164BFDA Jari-jari Sepeda, Fungsi dan Perkembangannya - Sumber Informasi

Jari-jari Sepeda, Fungsi dan Perkembangannya

Sumber-Informasi.com - Sepeda, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, merupakan kendaraan beroda dua atau tiga, mempunyai setang, tempat duduk, dan sepasang pengayuh yang digerakkan kaki untuk menjalankannya; kereta angin. Sepeda banyak digunakan untuk keperluan transportasi, rekreasi, ataupun olahraga.

Seturut pada definisi tadi, salah satu bagian utama dari sepeda adalah roda. Komponen tersebut terdiri atas sejumlah bagian penting, antara lain ban, pelek, hub, bantalan roda, dan ruji atau jari-jari. Kawat roda (spokes) ini menghubungkan atau mengintegrasikan pelek dengan hub. Fungsinya membantu menopang atau menahan bobot sepeda secara keseluruhan, termasuk pengendaranya. Anak jentera juga mampu meredam getaran atau goncangan saat sepeda melaju.


Jauh sebelum banyak digunakan pada sepeda, kawat roda telah diciptakan oleh insinyur penerbangan bernama George Cayley pada 1808. Namun, paten pertamanya dikeluarkan untuk Theodore Jones dari Inggris pada 1826. Secara khusus, paten kawat roda pada sepeda diterima Eugene Meyer dari Francis pada 1869. Sebelum itu, roda sepeda (dandy horse atau velocipede) menggunakan jari-jari berbahan kayu seperti lingkaran rodanya.

Penggunaan ruji atau kawat pada roda terus diperkenalkan dan dikembangkan di bengkel produsen sepeda. Penny-farthing mulai 1870-an telah mengadopsi penggunaan kawat roda untuk menunjang lingkaran roda depannya yang besar dan memakai ban karet padat. Sebagian besar rancang bangun the ordinary bicycle telah menggunakan material logam.

Perkembangan itu menandai kian meningkatnya desain sepeda, semisal dari sisi berat hingga kenyamanan dalam melaju, apalagi setelah John Dunlop menemukan ban isi angin. Begitu pula dari sisi komersial meskipun belum dibuat secara massal. Roda kawat diproduksi secara besar-besaran seiring lahirnya sepeda keselamatan dan terus diproduksi hingga saat ini.

Inovasi ruji telah menjadi salah satu komponen roda sepeda yang cukup vital. Dalam pemasangannya, ada banyak pola yang digunakan, entah itu pola yang dibuat standar oleh produsen (wheel builder) ataupun dipasang montir pada bengkel-bengkel penyetelan pelek.

Pola pemasangan jari-jari sepeda yang galib digunakan adalah pola silang atau menyilang. Kawat roda ini dikunci dengan mur ruji (nipel) pada setiap bibir lubang pelek. Kabarnya, pola ini dinilai memiliki kekuatan cukup baik dan lebih stabil saat sepeda dikayuh. Pola silang telah digunakan dan teruji lebih dari 100 tahun.

Kendati demikian, pada 1980-an, cor roda dengan 5 atau 6 jari-jari rigid mulai diperkenalkan di ajang olimpiade dan balap profesional. Kabarnya pula, jari-jari model ini memiliki keunggulan dalam aplikasi khusus seperti raihan percepatan waktu.

Jumlah ruji pada setiap pelek berbeda-beda dan harus disesuaikan dengan hub yang akan dipakai. Misalnya, roda sepeda anak, satu pelek ukuran 16 inci menggunakan 20 batang ruji. Untuk pelek lebih besar, semisal ukuran 28 inci, ada yaag terdiri atas 32, 36, atau 40 lubang ruji. Bahkan ruji untuk roda depan Fenny-farthing ada yang mencapai 60 batang.

Selain jumlah batang, ukuran ruji pun beragam, misalnya panjang 234 milimeter, 236 mm, 262 mm, dan banyak lagi. Mengetahui ukuran pelek sangat penting guna menentukan panjang ruji yang akan dipasang. Demikian pula dengan diameter rujinya untuk memenuhi kebutuhan lain. Ruji biasanya dijual sekaligus dengan nipel-nya untuk sepasang roda.

Kawat roda memiliki tingkat kelenturan tertentu. Selain besi baja, ruji ada yang menggunakan material dari baja stainless hingga karbon. Dalam perkembangannya, produsen dan pengguna sepeda juga dimanjakan dengan banyaknya pilihan warna, seperti hitam, biru, merah, putih, ataupun warna emas untuk memperindah tampilan sepedanya. 
Share this article :

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Bisnis

Gaya Hidup

Kecantikan

Kuliner

Fashion

Herbal

Kesehatan

Pendidikan