Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
iklan space 728x90px

Rumah Joglo dan Bangunan Lawas: Kenapa Perawatan Rayapnya Tidak Bisa Disamakan


Bangunan lawas berbahan kayu punya nilai yang tidak bisa diganti dengan material baru. Soko guru, blandar, usuk, sampai ukiran pada daun pintu adalah hasil pekerjaan tangan yang kalau rusak tidak bisa sekadar dibeli penggantinya. Justru karena itu, pendekatan penanganan rayapnya harus berbeda dari rumah biasa.

Kayu tua menyerap dan melepas kelembapan lebih lambat. Sambungan tradisional yang rapat menyimpan celah kecil yang sulit dikeringkan. Dan karena banyak bagian bersentuhan langsung dengan umpak serta tanah, akses koloni dari bawah terbuka lebar.

Bagian yang paling sering jadi korban

Urutannya hampir selalu sama: mulai dari umpak dan pangkal tiang, naik ke balok lantai, lalu ke rangka atap. Serangan di rangka atap adalah yang paling berbahaya karena menyangkut keselamatan, dan paling sulit diperiksa karena posisinya tinggi dan tertutup.

Ukiran dan panel dekoratif sering menyembunyikan kerusakan. Permukaan masih utuh dan detailnya masih tajam, padahal bagian dalamnya sudah berongga. Ketukan ringan adalah cara paling cepat untuk curiga.

Perawatan yang tidak merusak keasliannya

Jaga kolong dan sekeliling bangunan tetap kering dan terbuka. Hindari menyimpan kayu bakar, bambu, atau karung di kolong. Pastikan air hujan dari atap tidak jatuh persis di kaki tiang. Pangkas tanaman yang menempel ke struktur kayu.

Untuk pemeriksaan, catat titik mana saja yang berbunyi kosong dan di mana laron paling banyak muncul saat awal musim hujan. Dua informasi itu sangat membantu saat teknisi datang.

Penanganan yang proporsional

Bangunan bernilai sejarah tidak boleh ditangani dengan cara coba-coba. Prosesnya harus dimulai dari survei: memastikan jenis hamanya, memetakan titik serangan, dan mengukur luas bangunan, supaya tindakannya terukur. Dari situ ditentukan kombinasi injeksi untuk membentuk penghalang kimia di dalam tanah, pipanisasi agar perlindungan bisa diperbarui berkala tanpa pembongkaran berulang, dan spraying terbatas pada bagian yang sudah terdampak. Untuk bangunan seperti ini, memilih jasa basmi rayap yogyakarta yang bekerja dari hasil pemetaan, bukan perkiraan, adalah keputusan yang menentukan.


Bangunan warisan bertahan karena dirawat berulang, bukan karena dibangun kuat sekali saja.

Maman Malmsteen
Maman Malmsteen Aktif menulis sejak tahun 1986 di media massa. Menjadi announcer di Radio Fantasy 93,1 FM sejak tahun 1999. Menjadi Blogger sejak tahun 2010. Sekarang aktif sebagai Content Writer untuk beberapa Blog/Website.

Posting Komentar untuk "Rumah Joglo dan Bangunan Lawas: Kenapa Perawatan Rayapnya Tidak Bisa Disamakan"

Follow Berita/Artikel Sumber Informasi di Google News