google-site-verification=BmoRrfgrm78d67lLrJFzT-x-PUwK9y-5TI9jvRHifO8 IBX5B7AA6164BFDA Pembengkakan Kelenjar Getah Bening Harus Diwaspadai Sejak Dini - Sumber Informasi

Pembengkakan Kelenjar Getah Bening Harus Diwaspadai Sejak Dini

Sumber-Informasi.com - Kelenjar getah bening merupakan organ berbentuk pipih memanjang sebesar kacang hijau atau biji jagung yang tersebar di seluruh tubuh, terutama di daerah kepala dan leher, rongga dada, rongga perut, daerah ketiak, dan selangkangan. Bersama dengan kelenjar tonsil, limpa, hati, dan organ getah bening lainnya membentuk sistem retikuloendotelial yang berperan dalam mekanisme imunitas atau daya tahan tubuh.

Terkadang kelenjar getah bening dapat mengalami pembesaran atau pembengkakan yang disebabkan oleh berbagai macam penyebab. Pada umumnya pembengkakan kelenjar getah bening ini tidak memiliki makna yang signifikan dan timbul sebagai reaksi terhadap infeksi virus atau peradangan yang dapat sembuh dengan sendirinya, tetapi tidak ada salahnya kita waspada.


Kondisi yang lebih serius didapatkan pada pembengkakan kelenjar getah bening yang diakibatkan oleh infeksi tuberkulosis, demam typhoid, infeksi oleh Citomegalovirus, HIV AIDS, akibat kanker ganas baik pada kelenjar tersebut sebagai penyebab utama (limfoma maligna) maupun sebagai penyebaran dari kanker lain, misalnya, kanker payudara, kanker lambung, kanker paru, dan sebagainya.

Terkadang diagnosis pasti dari penyebab pembengkakan kelenjar getah bening tersebut sulit dibedakan dan ditentukan hanya berdasarkan pemeriksaan fisik dan memerlukan tambahan pemeriksaan penunjang berupa foto rontgen atau ultrasonografi, pemeriksaan darah, dan tindakan biopsi. Pada beberapa kasus terkadang diperlukan pemeriksaan CT Scan, misalnya, pada kecurigaan pembengkakan kelenjar getah bening baik di rongga dada maupun perut.

Kapan seseorang harus mewaspadai pembengkakan kelenjar getah bening yang berpotensi serius? Antara lain jika pembengkakan tidak kunjung reda setelah dua minggu lebih, bahkan bertambah banyak atau membesar, disertai dengan gejala penyerta seperti demam, nyeri sendi, benjolan pada bagian tubuh lain, penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, dan gejala penurunan kemampuan fisik. Jangan segan untuk datang, menjalani konsultasi, dan pemeriksaan oleh dokter Anda. 
Share this article :

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Bisnis

Gaya Hidup

Kecantikan

Kuliner

Fashion

Herbal

Kesehatan

Pendidikan