IBX5B7AA6164BFDA Peduli Gigi Geligi, Fungsi dan Jenis Penyakit (2) - Sumber Informasi

Peduli Gigi Geligi, Fungsi dan Jenis Penyakit (2)


Sumber-Informasi.com - Berikut ini beberapa penyakit gigi dan mulut yang berhubungan dengan penyakit sistemik.
  • Pada penderita diabetes atau kencing manis, banyak ditemukan kelainan jaringan periodontal atau jaringan pengikat gigi yang mengalami kehancuran sehingga gigi mengalami kegoyangan dan lepas sendiri dari tempatnya.
  • Penderita yang dengan penyakit periodontal atau penyakit gusi, memiliki kemungkinan lebih besar terhadap risiko kanker pankreas karena adanya peradangan sistemik menghasilkan tingkat senyawa karsinogenik lebih besar.
  • Penyakit gigi atau penyakit gusi (kelainan periodontal) pada ibu hamil sangat sering dijumpai karena ketidakseimbangan hormonal bagi ibu hamil yang menderita penyakit gusi memiliki komplikasi pada kehamilannya lebih besar. Menurut penelitian, wanita dengan riwayat penyakit gusi pada usia kehamilan trimester pertama, kemungkinan akan melahirkan sebelum minggu ke-37 /lahir lebih cepat/prematur.
  • Penelitian-penelitian yang menghubungkan antara kesehatan gigi dan mulut terhadap penyakit jantung yang dipengaruhi pula faktor usia dan kebiasaan merokok. Dalam bukti penelitian, terdapat bakteri di saku gusi ditemukan di pembuluh darah jantung, hal ini akan sangat berbahaya bagi penderita.
  • Riwayat penyakit gigi dan mulut dapat pula menimbulkan gangguan saluran pernapasan.
  • Riwayat penyakit-penyakit darah (anemia, leukemia, multiple myeloma).
  • Riwayat penyakit rheumatologic (sjogren syndrome).
  • Riwayat penyakit kardiovaskuler, bakteri dalam rongga mulut dapat langsung masuk ke dalam tubuh melalui aliran darah.
Pengobatan
Apabila terjadi masalah atau gangguan pada gigi kita, sebaiknya kita mendatangi dokter gigi baik dokter gigi umum maupun dokter gigi spesialis. Berikut adalah spesialisasi dokter gigi yang disesuaikan dengan keluhan atau penyakit gigi dan mulut yang diderita oleh individu.
  1. Dokter gigi spesialis bedah mulut, biasa mengerjakan kasus-kasus pencabutan gigi bungsu yang tumbuh terpendam/miring atau gigi lain dengan posisi tumbuh tidak pada tempatnya, fraktur tulang rahang akibat trauma/benturan, tindakan/operasi celah bibir dan langit-langit, operasi tumor rongga mulut, dll.
  2. Dokter gigi spesialis prostodonti/pembuatan gigi tiruan, mengerjakan pembuatan gigi tiruan kasus-kasus tertentu yang tidak bisa diatasi dokter gigi umum, pembuatan alat penutup celah langit pada bayi/obturator, dll.
  3. Dokter gigi spesialis ortodonti, mengerjakan pemasangan kawat gigi fixed yang tidak bisa dilepas pasang pasien (behel gigi). Behel ini berfungsi untuk meratakan susunan gigi yang tumbuh tidak rata/karehol/karena mengganggu estetik dan fungsi lain.
  4. Dokter gigi spesialis konservasi gigi/endodonti, mengerjakan perawatan saluran akar gigi/perawatan saraf gigi hingga tuntas dilanjutkan dengan tindakan penambalan tetap/pembuatan mahkota gigi dengan bahan sesuai indikasi, dll.
  5. Dokter gigi spesialis periodonti, mengerjakan tindakan-tindakan pembersihan karang gigi untuk kasus-kasus yang tidak bisa ditangani dokter gigi umum, pemasangan kawat/wire untuk mempertahankan susunan gigi yang mengalami kegoyangan, tindakan pembedahan jaringan gusi/gingival yang mengalami kelainan, dll.
  6. Dokter gigi spesialis pedodonti, mengerjakan tindakan tindakan perawatan saraf gigi anak-anak dilanjutkan dengan penambalan, pembuatan alat protesa untuk menahan ruangan pada gigi susu yang dicabut lebih awal supaya gigi yang masih sehat tidak bergerak ke arah yang ompong (space maintener/space regainer) mengarahkan pertumbuhan/perkembangan gigi geligi, dll.
  7. Dokter gigi spesialis penyakit mulut mengerjakan tindakan penyakit-penyakit mulut yang lebih khas/kelainan-kelainan sistemik yang bermanifestasi ke rongga mulut seperti oral kandidiasis (penyakit yang mengenai jaringan rongga mulut akibat pertumbuhan jamur yang tidak normal), stomatitis/sariawan yang sulit sembuh, acute necrotizing ulcerative gingivitis, dll.
  8. Dokter gigi spesialis radiologi, mengerjakan/menganalisis dan menginterpretasi gambaran radiologi gigi geligi dan rahang dengan kondisi kelainan yang menyertainya.
  9. Dokter gigi umum, pekerjaannya meliputi tindakan preventif, kuratif, dan rehabilitatif terhadap kondisi gigi dan mulut individu. Tindakan yang dikerjakan dokter gigi umum meliputi penambalan gigi, pembersihan karang gigi, perawatan saraf gigi, pencabutan gigi, pembuatan gigi tiruan dan merapikan susunan gigi yang tidak teratur dengan alat ortodonsia lepasan. Pada kasus-kasus kelainan gigi dan mulut yang tidak bisa ditangani dokter gigi umum, pasien akan dikonsultasikan ke dokter gigi spesialis sesuai kompetensi atau sesuai kasus yang dihadapi.
Merawat kesehatan gigi
Rasulullah saw bersabda, "Andaikan Aku tidak memberatkan umatku, pasti Aku perintahkan atas mereka bersiwak/menggosok gigi setiap akan salat". (HR Bukhari Muslim).

Hadis tersebut menjelaskan betapa pentingnya setiap individu merawat kesehatan gigi dan mulut sehingga Rasulullah menganjurkan umatnya untuk senantiasa bersiwak saat hendak salat. Merawat gigi geligi itu sangatlah penting karena apabila kebersihan rongga mulut tidak terjaga dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti diterangkan sebelumnya, dari penyakit ringan hingga penyakit yang lebih parah.

Agar gigi geligi kita tetap sehat maka perlu diperhatikan hal-hal yang penting dilakukan dalam merawat gigi:
  1. Menyikat gigi dengan cara yang benar dan rutin setiap hari setelah sarapan dan sebelum tidur.
  2. Menggosok gigi dengan jenis bulu sikat gigi halus atau medium.
  3. Menggosok gigi dengan memakai pasta gigi yang sesuai selera dengan tidak melakukan tekanan berlebih.
  4. Berkumur-kumur setelah makan agar sisa makanan yang menempel di gigi bisa keluar.
  5. Dianjurkan makan makanan berserat karena membantu membersihkan gigi/self cleansing.
  6. Mengurangi makanan manis dan lengket, terutama anak-anak periode pertumbuhan.
  7. Wajib kontrol ke dokter gigi umum setiap enam bulan sekali walaupun tidak ada keluhan. Hal itu sangat diperlukan karena bila ditemukan lubang gigi yang masih dangkal bisa langsung ditambal permanen atau bila ditemukan karang gigi dapat dilakukan pembersihan karang gigi/scaling.
  8. Hilangkan rasa takut berlebih bila berkunjung ke dokter gigi.
Penyakit gigi dan mulut sangat berhubungan erat dengan kesehatan umum secara menyeluruh. Oleh karena itu, setiap individu berkewajiban memelihara keadaan gigi dan mulut dengan baik. Jika individu dapat menjaga kondisi gigi geligi dan mulut, hal tersebut bisa mewakili kesehatan tubuh secara umum.

telegram

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Bisnis

Gaya Hidup

Kecantikan

Kuliner

Fashion

Herbal

Kesehatan

Pendidikan