google-site-verification=BmoRrfgrm78d67lLrJFzT-x-PUwK9y-5TI9jvRHifO8 IBX5B7AA6164BFDA Museum Rumah Sejarah Kalijati, Saksi Bisu Berakhirnya Kolonialisme Belanda di Indonesia - Sumber Informasi

Museum Rumah Sejarah Kalijati, Saksi Bisu Berakhirnya Kolonialisme Belanda di Indonesia

Sumber-Informasi.com - Siapa sangka, rumah sederhana yang terletak di kompleks pangkalan udara, Desa Kalijati Barat, Kabupaten Subang, memiliki nilai historis yang tinggi. Rumah tersebut menjadi saksi bisu berakhirnya kolonialisme Belanda di Indonesia. Di ruang tengah rumah itu, pada 8 Maret 1942, Belanda menyatakan menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Kekuasaan Belanda atas Indonesia pun berakhir dan menjadi awal penjajahan Jepang di Indonesia.

Sebelumnya, Jepang melakukan pendaratan pasukan di Eretan Wetan pada 28 Februari 1942. Pasukan yang dipimpin oleh Kolonel Shoji ini bertugas menggempur Pangkalan Udara Kalijati dan menguasai Subang. Saat itu, Belanda yang diperkuat pasukan Inggris serta Landswacht dan Standswacht tidak mampu membendung serangan dan alhasil hengkang ke Bandung.

Pasukan Jepang lantas mengejar melalui Ciater dan pertempuran sengit pun terjadi pada 6 Maret 1942. Sejurus kemudian, Lembang selaku pintu gerbang mengarah ke Bandung sukses dikuasai Jepang. Kesuksesan itu mengharuskan pasukan KNIL (Koninklijk Netherlandsch Indische Leger) di bawah komandan Letnan Jenderal Terpoorten mengadakan gencatan senjata pada 7 Maret 1942. Rangkaian kejadian inilah yang menuntut diadakannya perjanjian di Kalijati yang berakhir Belanda menyerah.

Semula, Museum Rumah Sejarah merupakan rumah dinas biasa untuk tempat tinggal perwira staf dari sekolah penerbang Hindia Belanda di Kalijati. Rumah yang dibangun 1917 itu kemudian diresmikan sebagai museum atas inisiatif Komandan Lanud Kalijati, Letkol Pnb Ali BZE pada 21 Juli 1986. Sejak saat itu, Museum Rumah Sejarah menjadi salah satu daya tarik wisata sejarah di Kabupaten Subang.

Museum Rumah Sejarah Kalijati terletak di Kompleks Garuda E25 Pangkalan Udara Suryadarma, Desa Kalijati Barat, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang. Bangunannya terdiri atas ruang tamu, ruang tengah, tiga kamar, dan ruang belakang. Tampilan rumah tidak jauh berbeda dengan rumah-rumah tua yang masih berdiri di Kompleks Garuda.

Ruang pertama di Museum Rumah Sejarah adalah ruang tamu. Di ruangan itu tersimpan barang-barang yang berkaitan dengan perjanjian penyerahan tanpa syarat Belanda kepada Jepang, antara lain prasasti peringatan pendaratan pasukan Jepang, samurai, guci keramik, dan beberapa peralatan rumah tangga. Di sebelah kiri ruang tamu terdapat kamar depan. Di kamar itu terpajang foto-foto lama rnengenai berbagai peristiwa yang disusun secara kronologis, disertai keterangan.


Tempat dilaksanakannya perjanjian penyerahan tanpa syarat Belanda kepada Jepang berada di ruang tengah. Di ruangan itu terdapat meja dan kursi yang dahulu dipakai perundingan. Susunan meja dan kursi dipertahankan sebagaimana posisi waktu perundingan. Mereka yang berunding adalah Letnan Kolonel PG Mantel, Letnan Jenderal Ter Poorten, dan H Mayor Jenderal Bakers. Dari pihak Jepang adalah Kepala Staf Seisaguro Okazaki, Letnan Jenderal Hitoshi Imamura, dan Drs Thijs. [Sumber: Fitrah Ardiansyah/PR]
  • Lokasi : Kompleks Garuda E 25 Lanud Suryadarma, Desa Kalijati Barat, Kecamatan Kalijati,    Kabupaten Subang
  • Peresmian museum: 21 Juli 1986
  • Pengelola museum : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten


Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Bisnis

Gaya Hidup

Kecantikan

Kuliner

Fashion

Herbal

Kesehatan

Pendidikan